21 Jenis Ayam Kampung Asli Indonesia

Ayam kampung asli Indonesia terbanyak di dunia. Meski begitu, ada beberapa ayam yang hampir punah. Bahkan sudah punah sama sekali.


Berikut 21 jenis ayam kampung asli Indonesia, antara lain:

  1. Ayam Kedu asal Jawa Tengah (Magelang - Temanggung). Ayam ini terdiri dari beberapa jenis, yakni:
    • Ayam Kedu Hitam
    • Ayam Kedu Cemani
    • Ayam Kedu Putih
    • Ayam Kedu Merah.
  2. Ayam Nunukan asal Kalimantan (Tarakan)
  3. Ayam Pelung asal Jawa Barat (Cianjur)
  4. Ayam Sentul asal Jawa Barat (Ciamis) ~ MENDEKATI PUNAH
  5. Ayam Banten asal Jawa barat (Banten)
  6. Ayam Gaok asalMadura (Sumenep)
  7. Ayam Ciparage asal Jawa Barat (Karawang) ~ PUNAH
  8. Ayam Bali asal Bali
  9. Ayam Wareng asal Jawa Tengah dan Jawa Barat
  10. Ayam Ayunai asal Papua (Merauke)
  11. Ayam Tolaki asal Sulawesi Tenggara (Tolaki)
  12. Ayam Delona asal Jawa Tengah (Delanggu)
  13. Ayam Merawang/Bangka asal Bangka
  14. Ayam Balenggek asal Sumatra Barat
  15. Ayam Ketawa/Sidrap/Gaga asal Sulawesi Selatan (Sidrap)
  16. Ayam Jantur asal (Jawa Barat) ~ PUNAH
  17. Ayam Kalosi asal Sulawesi Selatan
  18. Ayam Burgo asal Bengkulu
  19. Ayam Maleo asal Sulawesi dan Maluku
  20. Ayam Tukong asal Kalimantan Barat
  21. Ayam Sedayu asal Jawa Tengah (Magelang) ~ PUNAH
  22. Ayam Kinantan asal Sumatra Utara ~ PUNAH

Setelah mengetahui jenis-jenis ayam ini, adakah di antara anda semua yang ingin beternak ayam kampung salah satu di antaranya?

6 Langkah Membuat Formulasi Pakan Ayam Kampung Fase Starter (Usia 1-28 Hari)

Salah satu kunci sukses beternak ayam kampung yang harus dimiliki setiap calon peternak adalah kemampuan membuat formulasi pakan. Sebab, jika mengandalkan pakan yang disediakan di pasaran harganya cukup menguras kantong. Karena itu, harus pintar-pintar mengelola pakan supaya tidak menjebol keuangan tapi tetap memenuhi kebutuhan nutrisi ayam. Caranya ya dengan membuat formulasi sendiri.

Bagaimana caranya?

Dalam artikel sebelumnya (baca: "Mengenal Bentuk dan Jenis Pakan Ayam"), telah disebutkan jika makanan ayam terbagi menjadi dua: untuk fase starter dan untuk fase finisher.

Pakan ayam kampung fase starter mulai diberikan kepada ayam sejak umur 1 hari sampai 28 hari (4 minggu). Ayam usia ini membutuhkan protein dan energi yang berbeda dengan fase finisher. Adapun kebutuhan protein dan energinya adalah sebagai berikut (lihat tabel 1)

Tabel 1. 
Sumber tabel: Erick Erlangga, S.Pt., Sukses Beternak Ayam Kampung di Pekarangan Rumah, Jakarta: Pustaka Agro Mandiri, 2013, hlm. 49.

Sesudah kita mengetahui kebutuhan protein dan energi yang dibutuhkan oleh ayam usia 1-28 hari. Langkah selanjutnya adalah membuat formula ransum dengan bahan-bahan ransum yang diinginkan.

Contohnya: Kita mau membuat ransum sebanyak 100 kg dengan bahan-bahan dasar yaitu dedak padi, bekicot, jagung kuning, tepung daun lamtoro, ampas tahu, bungkil kelapa, onggok, dan tepung ikan. Kemudian buatlah ransum ayam dengan kandungan protein sebesar 18,5-19,5% dan kandungan energi sebesar 2.700-2.950 kkal/kg.

Langkah pertama,

Ketahui terlebih dulu kandungan nutrisi setiap bahan. Coba lihat dulu tabel 2.

Tabel 2.
Sumber tabel: Erick Erlangga, S.Pt., Ibid, hlm. 50.

Langkah kedua,

Pisahkan bahan ransum menjadi dua kelompok, yaitu protein basal (dedak padi, jagung, dan onggok) serta protein suplemen (ampas tahu, bungkil kelapa, tepung bekicot, tepung lamtoro, dan tepung ikan).

Catatan Penggunaan:
Dedak padi dipakai dua kali lebih banyak daripada bahan lainnya di kelompok protein basal.
Pemakaian bahan protein dari hewan dua kali lebih banyak dibandingkan bahan nabati di kelompok protein suplemen.

Langkah ketiga,

Menghitung rata-rata protein dari setiap kelompok protein. Caranya PK x penggunaan.

Protein Basal
Dedak padi = 13,6% x 2 = 27,2%
Jagung kuning = 9% x 1 = 9%
Onggok = 2,84% x 1 = 2,84%
Total = 39,04%

Jumlah total kemudian dibagi 4 bagian, sehingga 9,76% atau 0,097

Protein Suplemen
Ampas tahu = 26,6% x 1 = 26,6%
Bungkil kelapa = 20,5% x 1 = 20,5%
Tepung bekicot = 60,9% x 2 = 121,8%
Tepung lamtoro = 23,2% x 1 = 23,2%
Tepung ikan = 53% x 2 = 106%
Total = 298,1%

Jumlah total kemudian dibagi 7 bagian, sehingga 42,58% atau 0,425

Langkah keempat, 

Membuat persamaan aljabar. Misalnya X = kelompok protein basal dan Y = kelompok protein suplemen. Maka persamaannya adalah

X+Y = 100 (100 adalah jumlah pakan yang akan dibuat (dalam kg). Ini kemudian disebut persamaan 1).
0,097 X + 0,425 Y = 19,5 (19,5 adalah persentase protein ransum, selanjutnya disebut dengan persamaan 2).

Langkah kelima,

Melakukan eliminasi diantara kedua persamaan tersebut. Tapi, sebelumnya kalikan persamaan pertama dengan angka 0,425. Kemudian persamaan 1 dikurangi persamaan 2.

0,425 X + 0,425 Y = 42,5
0,097 X + 0,425 Y = 19,5

Sehingga menjadi 0,328 X = 23 --> X = 23/0,328 = 70,12

Setelah mendapatkan X. "X" disubtitusikan dengan persamaan 1, yaitu:
X + Y = 100
70,12 X + Y = 100
Y = 100 - 70,12
Y = 29,88

Dari perhitungan di atas, didapatkan komposisi bahan makanan ayam kampung dibutuhkan bahan protein basal sebanyak 70,12% dan protein suplemen sebanyak 29,88%. 

Langkah keenam,

Menghitung setiap komposisi bahan pakan yang akan dipakai dalam menyusun ransum ayam kampung dari nilai X dan Y yang telah diperoleh dari tahap sebelumnya.

Komposisi Bahan Protein Basal
Dedak padi = 2/4 x 70,12% = 35,06%
Jagung kuning = 1/4 x 70,12%= 17,53%
Onggok = 1/4 x 70,12% =17,53%

Komposisi Bahan Protein SuplemenAmpas tahu = 1/7 x 29,88% = 4,27%
Bungkil kelapa = 1/7 x 29,88% = 4,27%
Tepung bekicot = 2/7 x 29,88% = 8,54%
Tepung lamtoro = 1/7 x 29,88% = 4,27%
Tepung ikan = 2/7 x 29,88% = 8,54%

Demikianlah, 6 langkah cara membuat formulasi pakan untuk ternak ayam kampung. Semoga bisa membantu. Bila ada pertanyaan, sila berkomentar di box.

5 Bahan Pakan Ayam Kampung yang Mengandung Sumber Protein

Pada artikel sebelumnya "4 Bahan Pakan Ayam Kampung yang Mengandung Sumber Energi", telah diulas tentang bahan-bahan yang mengandung sumber energi. Kelanjutan dari itu, maka kita lanjutkan pembahasan tentang 5 bahan pakan yang mengandung sumber protein.

Apa saja bahan-bahan itu?

Ikan Rucah


Ikan Rucah merupakan limbah ikan hasil tangkapan nelayan yang tidak bisa dimakan manusia. Daripada dibuang, maka dimanfaatkan untuk bahan pakan ternak ayam kampung. Kandungan protein yang dimiliki banyak, yaitu 41-51%. Bahan pakan ini bisa dipakai antara 5-15% dari total campuran.

Bungkil kelapa

Bungkil kelapa merupakan limbah olahan kelapa menjadi minyak kelapa. Kandungan protein yang dimiliki bungkil kelapa adalah 20-21% dan energi metabolisme 1.890 kkal/ kg. Bahan ini bisa didapat dipasar dengan harga yang murah. Karena itu pemakaiannya bisa sebesar 5-12%.

Ampas Tahu

Ampas tahu merupakan limbah olahan kedelai menjadi tahu. Kandungan protein bahan pakan ini adalah sebesar 23-60%. Untuk dijadikan bahan pakan, ampas tahu bisa langsung dipakai segar yang baru dibeli dari pasar atau dikeringkan dulu. Jika dikeringkan harus diolah dulu. Caranya, diberi ragi tempe supaya terjadi fermentasi selama 2-3 hari.

Keuntungan ampas tahu yang dikeringkan:
  1. Lebih awet
  2. Protein lebih tinggi
  3. Meningkatkan daya cerna
  4. Meningkatkan palabilitas

Tepung daun lamtoro

Daun lamtoro yang sudah berbentuk tepung juga cocok dipakai untuk bahan pakan. Karena daun lamtoro mengandung protein yang cukup tinggi dan xantofil. Sehingga, baik untuk menguningkan kaki dan kulit ayam kampung.

Ampas kecap

Ampas kecap berasal dari limbah olahan kedelai menjadi kecap. Meski mengandung protein sebesar 24,9%, pemakaian bahan pakan ayam ini harus dibatasi. Hal ini karena bahan pakan ini mengandung lemak tinggi sebesar 24,3%. Lemak yang tinggi dapat menyebabkan ransum bisa dengan mudah teroksidasi, sehingga menjadi lebih mudah tengik.

4 Bahan Pakan Ayam Kampung yang Mengandung Sumber Energi

Sebelumnya, kita sudah membahas tentang "Mengenal Bentuk dan Jenis Pakan". Setelah kita mengenal bentuk dan jenisnya, maka langkah berikutnya adalah mengenal apa saja bahan-bahan yang dipakai untuk campuran pakan ayam. Setidaknya ada dua bahan yang dipakai oleh para peternak, yaitu: bahan pakan sumber energi dan sumber protein.

Pengetahuan ini nantinya dapat bermanfaat sebagai pedoman dalam membuat pakan ternak ayam kampung. Untuk artikel pertama ini, kita akan mengulas 4 bahan pakan ayam kampung yang mengandung sumber energi. Mari simak apa saja itu.

1. Dedak

4 Bahan Pakan Ayam Kampung yang Mengandung Sumber Energi

Dedak yang berasal dari limbah olahan padi ini sangat cocok dijadikan bahan pakan (biasa disebut juga bekatul). Sebab, kandungan energi metabolismenya berkisar antara 700-2.500 kkal/kg dan kandungan seratnya 12%. Kandungan tersebut cukup tinggi sebagai bahan pakan. Berbeda dengan ayam ras yang pemakaiannya dibatasi antara 5-10%, bahan pakan ini bisa dipakai untuk ayam kampung maksimal 65%.

2. Onggok

4 Bahan Pakan Ayam Kampung yang Mengandung Sumber Energi

Onggok yang berasal dari limbahan olahan singkong menjadi tepung tapioka ini cukup banyak juga kandungan metabolismenya 2.956 kkal/kg. Namun, pemakaian maksimalnya dibatasi hanya 5-10% saja.

3. Pollard

4 Bahan Pakan Ayam Kampung yang Mengandung Sumber Energi

Pollard yang merupakan limbah olahan gandum menjadi tepung terigu ini juga cocok dijadikan bahan pakan ayam kampung (biasa disebut dedak gandum). Namun, harap dicatat, penggunaannya mesti sangat dibatasi. Ya, meskipun kandungan energi metabolismenya berkisar antara 1.140-2.600 kkal/kg, tapi kandungan serat yang dimilikinya dapat membuat ayam mencret.

4. Jagung Kuning

4 Bahan Pakan Ayam Kampung yang Mengandung Sumber Energi

Di Indonesia dikenal tiga jenis jagung, yakni: jagung merah, jagung putih, dan jagung kuning. Tapi, jagung kuning-lah yang memiliki kandungan nutrisi paling besar dibandingkan dua lainnya. Sementara itu, kandungan metabolismenya mencapai 3.360 kkal/kg. Sayangnya, harganya lumayan mahal (terlebih jika digunakan peternak ayam pemula). Karena itu, pemakaiannya dibatasi 20-40% saja dari total ransum. Demi penghematan.

Mengenal Bentuk dan Jenis Pakan Ayam Kampung

Salah satu faktor penentu kesuksesan ternak ayam kampung adalah pakan. Karena itu, pengetahuan tentang pakan mutlak diketahui oleh para peternak dan bahkan calon peternak. Sebaiknya pengetahuan ini didapat sebelum calon peternak terjun langsung ke lapangan.

Tujuan pengetahuan ini adalah calon peternak memahami cara meracik (menyusun) pakan ayam sesuai kebutuhan usia atau bobot. Dengan begitu, nantinya tidak hanya bergantung dengan pakan yang ada di pasaran. Namun, bisa memanfaatkan “limbah manusia” yang ada di sekitar lingkungan. Kalau sudah begitu biaya operasional pun dapat ditekan.

Mengenal Bentuk dan Jenis Pakan Ayam Kampung

Bentuk Pakan

Selama ini di kalangan peternak ayam kampung dikenal tiga ragam bentuk pakan, yaitu: tepung halus, pelet, dan remah (crumble). Mari simak penjelasannya berikut ini.

Pakan tepung halus adalah pakan yang didapat dari hasil penggilingan tanpa dipadatkan. Saat diberikan kepada ayam, nantinya, pakan ini dicampur dengan bahan pakan lainnya sehingga menjadi homogen. Pada umumnya, ayam yang diberi makan dengan pakan tepung adalah ayam berumur kurang dari seminggu. Lebih dari itu biasanya menggunakan pakan remah atau pelet. Keuntungan pakan tepung adalah harganya yang murah. Sementara kerugiannya adalah pakan mudah dikais oleh ayam dan pencampuran yang tidak merata sehingga ada pemisahan bahan yang menyebabkan ketidakseimbangan nutrisi yang akan dikonsumsi oleh ayam.

Pakan pelet merupakan bahan pakan yang digiling kemudian dipadatkan. Keuntungan dari bentuk pakan ini adalah sangat disukai ayam, karena meningkatkan selera makan. Di samping, dapat menekan tingkat pemborosan pakan. Karena itu, efisiensi pakan pelet jauh lebih tinggi dibandingkan dengan pakan tepung.

Pakan remah (crumble) pada umumnya didapat dengan cara memecah pakan pelet menjadi butiran-butiran kecil (remah). Peternak biasa memberikan pakan ini untuk ayam umur 2 minggu sampai panen.

Jenis Pakan

Tentu jumlah kandungan dalam pakan yang diberikan untuk ayam dibedakan sesuai umur, bobot, serta tujuan produksi. Mengacu pada hal tersebut, ada dua jenis pakan yang dikenal secara umum di kalangan peternak, yakni: pakan untuk tujuan pembesaran dan pakan untuk tujuan teluran. Berikut penjelasannya.

Pakan untuk tujuan pembesaran (ayam kampung pedaging) terbagi menjadi dua bagian. Pertama, pakan untuk ayam umur 0-28 hari yang disebut stater; kedua, pakan untuk ayam berumur 28 hari lebih sampai masa panen (bobot sekitar 800 gram – 1 kilogram) yang disebut grower atau finisher.

Sedangkan, pakan untuk teluran (ayam kampung petelur) bisa menggunakan pakan yang disebut layer. Pakan ini juga biasa digunakan sebagai pakan ayam ras petelur. Selain memakai layer, peternak juga dapat meracik sendiri pakan khusus – dengan catatan pakan racikan khusus ini memiliki kandungan protein sebesar 16-17 persen.

Demikian artikel "Mengenal Bentuk dan Jenis Pakan Ayam Kampung". Dalam artikel selanjutnya, kita akan melanjutkan ulasan mengenai pakan tentang ragam bahan pakan yang bisa digunakan.

Tips Memilih Bibit Ayam Kampung Petelur 2

Untuk usaha ayam petelur, biasanya para peternak ayam kampung petelur lebih memilih bibit ayam betina yang siap bertelur daripada memulainya dari anak ayam (DOC). Meski begitu, patut pula disampaikan cara memilih bibit ayam petelur dari DOC.

Namun sebelum ke sana, DOC yang dipilih hendaknya memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
  1. Gerakannya lincah
  2. Sehat dan jelas indukannya
  3. Bulu DOC halus dan kering dengan dubur yang kering
  4. Mata bula bercahaya, kaki kuat dan bisa berdiri sendiri
  5. Ketika masa brooding ayam tak selalu mendekati sumber panas

Apabila syarat-syarat diatas terpenuhi, maka bisa diambil kesimpulan bahwa DOC sehat. Sehingga, bisa berlanjut ke langkah berikutnya yaitu membedakan jenis kelamin. Sebab, nantinya bibit ayam kampung yang diambil adalah ayam betina.

Ada dua cara untuk membedakan jenis kelamin, yaitu melihat bagian kloaka dan pengamatan fisik.

Tips Memilih Bibit Ayam Kampung Petelur 2

Pengamatan bagian kloaka

  1. DOC yang akan dicek jenis kelaminnya dipegang dengan tangan kanan.
  2. Lehernya diapit jari tengah dan manis.
  3. Badan DOC diarahkan ke bawah, sementara perut bagian bawah diraba memakai jempol dan kelingking tangan kiri.
  4. Punggung DOC diketuk supaya kotorannya keluar dari kloaka.
  5. Bagian bawah anus ditekan dan telunjuk diletakkan di bagian kloaka.
  6. Buka lubang kloaka supaya bagian dalamnya menonjol keluar.
  7. Amati secara seksama bagian kloaka apakah ada titik. Jika ada, bisa dipastikan bahwa DOC yang sedang dicek berjenis kelamin jantan. Begitu pula sebaliknya.

Nb. Cara ini bisa diterapkan pada DOC anak ayam kampung yang berusia tidak lebih dari 2 minggu sejak menetas.

Pengamatan fisik

  1. Ayam jantan bentuk tubuhnya lebih besar, tinggi, padat, gagah. Sedangkan, ayam betina bentuk tubuhnya lebih pendek dan lembek.
  2. Ayam jantan matanya lebih bercahaya, sementara ayam betina cahaya matanya lebih lemah.
  3. Pertumbuhan tubuh dan bulu ekor ayam jantan lebih cepat dibandingkan ayam betina yang notabene lebih lambat dan bulu tumbuh merata.
  4. Anak ayam jantan dan betina memang lincah tapi ayam jantan suaranya lebih nyaring.

Tips Memilih Bibit Ayam Kampung Petelur [1]

Memilih bibit ayam kampung petelur berbeda dengan memilih bibit ayam kampung pedaging. Ada tiga hal yang seyogyanya diperhatikan oleh peternak, yaitu ayam betina, ayam jantan, dan anak ayam (DOC). Tapi, dalam artikel kali ini, kita hanya akan mengulas memilih bibit ayam betina dan ayam jantan. Untuk memilih bibit anak ayam (DOC), bisa disambung pada artikel berikutnya.

Nah, bagaimana memilih bibit ayam petelur?

Memilih Bibit Ayam Betina Petelur

Dalam usaha beternak ayam kampung, khususnya petelur, memang bibit ayam betina harus diperhatikan. Sebab, ini merupakan salah satu kunci sukses beternak ayam. Paling tidak demi menghindari kerugian dan menghindari bibit ayam afkir yang telah berkurang produktivitasnya. Adapun cara memilih bibit ayam betina petelur, antara lain:

  1. Pilih ayam kampung betina dari jenis ayam petelur unggul, seperti ayam arab, ayam sentul, ayam nunukan, dan ayam kedu. Jenis ayam ini dikenal memiliki keunggulan soal produktivitas telur yang tinggi dibanding ayam kampung lainnya.
  2. Pilih yang ciri-ciri fisiknya bagus. Seperti kepala halus, mata bersih dan terang, muka tidak terlalu lebar, jengger serta pial tidak kasar, paruh pendek dan bersih, serta sayap kuat dengan bulu yang tumbuh merata dan mengkilap.
  3. Pilih yang di usia sekitar 5 bulan memiliki bobot 1,2-1,75 kg dengan badan besar dan perut lebar.
  4. Perhatikan pula jarak antartulang pubis (3 jari) dan jarak antara tulang dada dengan tulang pubis (4-5 jari). Cara ini dikenal akurat untuk menyeleksi bibit ayam betina petelur. Perhatikan gambar!

Memilih Ayam Pejantan

Walaupun ayam betina memegang peranan kunci untuk kesuksesan ternak ayam kampung. Namun, jangan juga kecilkan peran ayam jago yang bertugas membuahi sel telur ayam betina. Sehingga, hasil produktivitas telur nantinya lebih besar, lebih bagus, dan lebih berkualitas. Bagaimana memilih pejantan yang bagus?

  1. Pilihlah ayam jantan sesuai kebutuhan. Untuk kebutuhan produksi ayam pedaging, bisa dipilih ayam pelung atau ayam bangkok. Sementara, untuk kebutuhan produksi ayam petelur, bisa dipilih ayam arab atau ayam kedu.
  2. Perhatikan pula ciri-ciri fisiknya. Seperti tulangan yang kokoh, sayap yang kuat, bulu yang tumbuh secara merata dan mengkilap, paruh pendek dan kuat, jengger dan pial berwarna merah, tulangan kaki tegak, jari-jari terbuka lebar, sisik kaki teratur, taji bisa runcing bisa kecil bisa pula berbentuk biji jagung.
  3. Berbobot 1,5-2,25 kg di usia 8-12 bulan.